Mohon Kerjasamanya Netizen! Rudy Sebut Skuad Garuda Pertiwi Sempat Stress Hadapi Cibiran

- 24 Januari 2022, 03:03 WIB
Para Pemain Timnas Putri Indonesia Tampak Berbincang dan Tertawa saat Menyapa Sam Kerr
Para Pemain Timnas Putri Indonesia Tampak Berbincang dan Tertawa saat Menyapa Sam Kerr /Twitter/@TheMatildas


PURBALINGGAKU - Pelatih tim nasional putri Indonesia Rudy Eka Priyambada mengatakan skuad Garuda Pertiwi sempat stres menghadapi cibiran dan cacian di media sosial usai dibantai Australia 0-18 pada laga Grup B Piala Asia 2022, Jumat, 21 Januari 2022 lalu.

"Mereka sedikit stres karena sudah kalah 0-18, lalu melihat komentar dari teman-teman 'netizen'. Pemain sepak bola wanita ini sensitif, jadi mohon kerja samanya untuk selalu mendukung kami," ujar Rudy dalam keterangan PSSI yang dikutip dari Antara, Minggu, 23 Januari 2021.

Rudy menegaskan, semua cibiran dan cacian tidak akan mengubah situasi.

Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Vs Thailand, Pelatih Rudy: Bagai Bayi Baru Lahir Lawan Anak Sekolah

Dia mengingat satu kalimat negatif "lebih baik kalah 0-3 karena 'walk out' daripada takluk 0-18".

"Padahal, tanpa mencoba, kita tidak akan pernah mengetahui sampai mana kualitas kita di turnamen level tinggi, level Asia," katanya.

Dia berharap hasil dari pertandingan melawan Australia dapat membangunkan sepak bola putri nasional dari tidur.

Setelah mental down beberapa saat, kondisi anak asuhnya perlahan-lahan membaik. Mereka memupuk asa untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Baca Juga: Napoli Bantai Salernitana 4-1, Dua Gol Hadiah Penalti

Rudy mengatakan timnas putri Indonesia menjadikan kekalahan dari Australia sebagai pelajaran penting.

"Para pemain melihat bagaimana permainan Sam Kerr, lalu bagaimana otot-otot, gaya hidup mereka. Kekalahan dari Australia itu bukan aib," katanya.

Sedangkan untuk PSSI, Rudy, menambahkan, idealnya bisa membuat kebijakan yang dapat melahirkan banyak pesepak bola putri berbakat.

"Sekarang di PSSI sudah ada Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia. Jadi sekarang bagaimana kontribusi, kerja sama federasi dan asosiasi untuk menciptakan bibit-bibit baru pemain sepak bola wanita. Memang itu tidak mudah. Namun kita semua harus bekerja keras," ujarnya.

Baca Juga: Liverpool Menang 3-1 Lawan Crystal Palace, Pangkas Jarak Poin dengan Manchester City

Seperti diketahui, Tim Nasional Putri Indonesia datang ke turnamen level Asia tanpa pemain yang aktif di liga putri.

Kompetisi liga putri ditiadakan sejak tahun 2020 tahun karena pandemi COVID-19. Liga 1 Putri Indonesia tahun 2019 menjadi kompetisi reguler sepak bola perempuan pertama dan terakhir sampai saat ini.

Pada pertandingan selanjutnya, Garuda Pertiwi bakal berlaga menghadapi Thailand di Mumbai, India, pada Senin, 24 Januari 2022 mulai pukul 19.00 WIB.***

Editor: Galuh Widoera Prakasa

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah